Donat Kentang Donita Dan Niat Ingin Memajukan UKM

262
Donat Kentang

Donat Kentang Donita Dan Niat Ingin Memajukan UKM. Beberapa waktu lalu kami kedatangan tamu yang ingin bersilaturrahmi yaitu dari MHM.Asia (@makananhalalmedan)

MHM.Asia adalah media online yang fokus meliput berbagai jenis makanan halal yang ada di kota Medan.

Sesuai dengan tagline-nya “Referensi Kuliner Halal No. 1 di Medan”, MHM.Asia banyak menyajikan informasi seputar dunia kuliner Medan.

Meskipun begitu MHM.Asia tidak hanya berisi tentang review kuliner di Medan, namun juga berusaha menampilkan artikel-artikel mulai dari traveling, resep, dan lainnya.

Bagi Anda yang mungkin sedang berkunjung ke kota Medan bisa langsung melihat informasi yang mereka sajikan di http://mhm.asia untuk mencari referensi makanan halal terbaik yang ada di kota Medan.

Sekitar pukul 11 siang MHM.Asia tiba di DONITA Center.

Sebagai tuan rumah yang baik tentu saja kami menyambutnya dengan sukacita dan mempersilahkannya untuk duduk terlebih dulu.

Beberapa saat kemudian MHM.Asia mulai membuka perbincangan. Obrolan begitu santai dan penuh kehangatan.

Berikut beberapa kutipan hasil wawancara MHM.Asia dengan kami:

Awalnya kami berniat untuk memberi makanan terbaik bagi anak-anak, makanan yang sehat, enak, halal, higienis, dan tanpa pengawet.

Di tengah kesibukan para ibu, semakin susah untuk menyajikan makanan yang ideal bagi anak-anaknya.

Selanjutnya, kami juga ingin makanan ini tetap disajikan para ibu, bukan siap saji. Untuk itulah kami berusaha mengembangkan dan memparipurnakan konsep donat kentang yang bisa dibekukan.

Untuk merealisasikan niat kami ini, pada tahun 2012, kami membuat tim kecil-kecilan untuk menemukan formula agar donat bisa dibekukan namun tetap enak ketika disajikan.

Membuat donat kentang frozen tidak segampang membuat donat yang langsung disajikan. Harus diukur berapa lama ketahanannya, masa kadaluarsanya, dan lain sebagainya.

Setelah beberapa mengalami kegagalan sana-sini, akhirnya kami mendapatkan formulanya setahun kemudian, tahun 2013. Kamipun langsung melemparkan produk ini ke pasar, sekaligus melihat bagaimana respon pembeli.

Saat itu, strategi pemasaran masih dari mulut ke mulut, melalui jejaring pertemanan dan kekeluargaan.

Kami menamakan produk ini “Donita” yang berarti “oleh-oleh” dalam bahasa latin. Donita juga bisa dipanjangkan menjadi “donat aneka cita rasa”.

Setahun kemudian, menyusul respon pembeli yang cukup bagus, kamipun membangun tim yang lebih profesional.  Kami menggarap pasar online dengan membuat website, facebook fan page, hingga memasang iklan facebook ads.

Tahun 2014 kami juga memperkuat tim marketing, dibikin email khusus marketing, kalau instagram baru setahun belakangan. Membuat website yang bagus suatu keharusan karena di dunia internet sekarang ini rumah online kami ya website.

Di tahun 2014 ini kami juga memaksimalkan sistem reseller. Sejak awal kami sudah ingin berbagi dalam menjalankan kegiatan bisnis.

Kalau jual eceran kurang punya kesempatan untuk berbagi untuk orang lain. Untuk itulah dibuat reseller dengan menawarkan harga yang beda dengan harga eceran.

Kami ingin bukan sekedar jualan dan tapi juga ingin mendapatkan berkah dari aktifitas bisnis yang kami lakukan. Jadi ibu-ibu yang ada jualan online shop bisa sekaligus jualan donat kami.

Sejak go online, penjualan produk meningkat. Bahkan sekarang 80 persen penjualan berasal dari online, termasuk reseller tersebut. 80 persen ketemu konsumen itu ya dari online.

Seiring dengan semakin banyak konsumen, kamipun akhirnya membuka sebuah pabrik produksi di luar Medan, tepatnya di Bekasi, Jawa Barat. Konsumen kami cukup banyak, ada yang berdomisili di Jakarta, Banjarmasin, Balikpapan, hingga Papua.

Karena donat ini berat (dalam keadaan beku) jadi kalo dikirim ke Jakarta tidak bisa dikirim pakai ekspedisi yang baru nyampe seminggu, sedangkan donat kami expired 3 hari di luar freezer.

Nah solusinya kami harus pakai kargo, jadi mahal di ongkos, akibatnya reseller di sana (Jawa) terlalu mahal harganya, bisa sampai 40 ribuan 1 pack.

Setelah disurvey dan didata, kami memberanikan diri untuk buka produksi di Bekasi untuk menangani pembelian di daerah Jawa dan sekitarnya. Jadi lokasi produksi ada dua, di Medan di Jalan Pancing, dan di Bekasi.

Produk donat kentang Donita tahan selama tiga hari di luar kulkas, tujuh hari di kulkas bawah, dan dua bulan di dalam freezer.

Saat ini kami bisa mencapai 600 pack per hari, termasuk penjualan selain donat kentang yaitu cemilan seperti, risol, pastel, nugget, dan kroket.

Donat kentang beku sendiri dijual eceran sekitar Rp 20.000-an dengan isi delapan buah per pack.

Alhamdulillah saat ini kami sudah memiliki 32 orang karyawan termasuk di bidang produksi.

Donita Food juga telah bersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kami berhasrat ingin memiliki supermarket halal di Medan, menampung semua produk-produk halal, membantu teman-teman UKM, memajukan UKM, karena banyak UKM yang punya produk enak tapi susah di pemasaran dan penjualan.

Selain reseller, kami juga memasarkannya ke beberapa supermarket di Medan, seperti di Pondok Indah, Palangkaraya, Berastagi Supermarket, hingga Transmart.

Kami juga berkeinginan agar donat kentang Donita ada dimana-mana, seperti gampangnya masyarakat menemukan prduk mie instan.

Kami ingin Donita lebih dari sekedar oleh-oleh, ingin jadi kebutuhan di rumah. Ketika di sebuah rumah tangga butuh snack, langsung goreng donat Donita yang sehat tapi gak murahan.

Kami juga saat ini sedang menjual pao, karena konsumen kami banyak ibu-ibu yang usianya dewasa dan ingin mengurangi konsumsi minyak dan gorengan. Kami membuatkan mereka pao yang bisa dikukus.

Alhamdulillah ibu gubernur favoritnya adalah pao kami.

Selain itu selama ini penjual pao banyak yang non muslim, jadi kehadiran pao kami semoga menjadi hawa segar bagi masyarakat.

Sumber : http://mhm.asia/donat-kentang-donita-rennywulansari/

Tinggalkan Komentar

Masukkan Komentar Anda
Masukkan Nama Anda :