Donat Donita, Menjelajah Dari Medan Hingga Papua

430
dari medan hingga papua

Warta Ekonomi portal berita ekonomi dan bisnis yang bersifat komprehensif dalam mengawal mindset para pembaca agar bisa menjalankan bisnisnya dengan baik.

Berita-berita yang disajikan dibuat sedemikian rupa agar para pembaca bisa mengetahui secara umum berbagai perkembangan yang terjadi di Indonesia – baik skala nasional maupun skla daerah – serta regional dan global dan bagaimana pengaruhnya terhadap dunia bisnis.

Warta Ekonomi jugasecara lebih mendalam membahas berbagai fenomena-fenomena ekonomi dan bisnis, mulai dari tataran makro, industri, sampai mikro.

Warta Ekonomi dibaca 75% pembaca pria dengan SES B+ hingga A+, eksekutif level direksi 34%, general manager 22%, dan manager 41%.

Sirkulasi dan distribusi nasional, dengan sebaran antara lain: Jakarta 62%, Bandung 5%, Surabaya 6%, Semarang 2%, Medan 3% serta daerah Indonesia lainnya.

Dari jumlah itu, 60%-nya, adalah pelanggan corporate.

Majalah Warta Ekonomi juga hadir di lebih dari 1500 kafe yang ada di Jakarta. Warta Ekonomi memiliki divisi event yang aktif menyelenggarkan event rutin setiap bulannya.

Dan kali ini, Alhamdulillah, Donita mendapatkan kesempatan dan diangkat ceritanya dalam rubrik Entrepreneur di wartaekonomi.co.id.

Berikut kutipan hasil wawancara Donita dengan reporter Warta Ekonomi Khairunnisak Lubis.

Menjalani usaha kuliner sedang menjadi tren di daerah Sumatera Utara khususnya di Medan.

Sehingga para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga semakin kreatif menciptakan produk kuliner yang sehat dan digemari masyarakat.

Seperti usaha dari bahan tepung, yaitu donat.

Anda yang mungkin juga pecinta donat wajib mencoba Donat Donita.

Donita menyediakan donat kentang beku beraneka macam rasa. Donat ini sangat cocok untuk ibu-ibu yang ingin memberikan jajanan sehat untuk anak-anaknya.

Produk jajanan saat ini banyak yang kurang higienis sehingga anak-anak sering mengalami sakit setelah makan jajanan tersebut.

Inilah awal mula kami membuat usaha Donat Donita dengan tujuan jajanan anak-anak harus sehat namun nikmat.

Donat yang kami buat adalah donat beku yang merupakan makanan setengah jadi yang harus digoreng lagi sehingga ibu-ibu juga punya kesempatan membuatkan anak-anak mereka makanan hasil kreasi sendiri.

Bahkan, Anda masih bisa berkreasi memberikan topping sesuai selera ibu-ibu.

Donat Donita tak kalah lezat dari donat-donat yang punya nama besar. Malah, donat kentangnya terasa super lembut di mulut.

Harganya juga lebih murah dengan isi delapan buah perbungkus diberi harga (di 2016-red) Rp23.500 hingga Rp25.500 sesuai jenis donatnya.

Saat ini kami sudah kita menyediakan sepuluh varian rasa donat beku, diantaranya rasa original, donat isi kacang merah, blueberry, keju, tiramisu, kacang hijau, strawberry, dan nenas,” ujarnya.

Donat Donita bahkan tahan 3-4 hari di luar freezer dan dua bulan di dalam freezer.

Untuk yang best seller adalah donat isi coklat dan tiramisu dan untuk yang menghindari makanan gorengan, kami menyediakan pao yang bisa diolah dengan dikukus.

Kami memasarkan donat lewat media sosial seperti Facebook dan Instagram. Hasilnya, Donita mulai dikenal, tak hanya di Medan tetapi ke pelosok nusantara.

Sekarang Donat Donita dipesan hingga Papua dan kini kami sudah memiliki cabang di Bekasi. Selain itu, kami juga fokus ke reseller dan membuka lebar peluang bagi siapa saja yang ingin bermitra kepada kami.

Donat Donita juga sudah menjajal pasar di pusat perbelanjaan Medan seperti Berastagi Supermarket, Pondok Indah Setiabudi, Transmart Plaza Medan Fair, dan Transmart Citra Garden.

Bukan cuma itu, Donita juga ada di cafe seperti Killiney, Kopi Takar, dan Hotel Imperial.

Sekarang ini, produksi donat kita habiskan 600 bungkus perhari sehingga kami harus menambah karyawan menjadi 30.

**

Tinggalkan Komentar

Masukkan Komentar Anda
Masukkan Nama Anda :